Teman - teman tercinta , Alhamdulillah..segala puji bagi Alloh Tuhan semesta Alam, jadilah pemenang di dunia ini dengan 2 hal, Al-Qur'an & Alhadist.....

   

<< October 2017 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31

Naik turunnya iman Seseorang, memberikan warna kehidupan bagi sesorang itu pula ,Sholat sebagai penuntun ke jalan yg benar di dunia ini......






If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed

Friday, February 17, 2006
Amadea Syafa Ardhionova (Dea)



Posted at 10:03 am by hardanni
Comment (1)  

Reyhan Davin Ardhionova (Dion)



Posted at 09:57 am by hardanni
Make a comment  

Thursday, October 14, 2004
Keutamaan Hari-hari di bulan Ramadhan

Malam 1  Dosanya dihapuskan seperti ia baru dilahirkan oleh ibunya.

Malam 2  Diampunkan dosanya, juga dosa-dosa kedua ibu bapanya, jika keduanya itu Muslim.

Malam 3  Dipanggil oleh malaikat dari bawah Arasy dengan seruan, "Beramallah, kerana Allah telah mengampunkan dosamu yang telah lalu."

Malam 4  Diberi pahala yang sama dengan pahala orang- orang yang membaca Kitab Taurat, Injil, Zabur dan Al Quran.

Malam 5  Diberi pahala umpama orang yang bersembahyang di Masjidil Haram di Makkah, Masjid Nabawi di Madinah dan Masjidil Aqsa di Palestin.

Malam 6  Diberi pahala umpama orang yang bertawaf di Baitullah; batu-batu dan pasir-pasir turut memohon ampun untuknya.

Malam 7  Seperti orang yang hidup sezaman dengan Nabi Allah Musa, yang membantunya mengalahkan Firaun dan Hamman.

Malam 8  Diberi Allah segala apa yang pernah dikurniakan-Nya kepada Nabi Ibrahim a.s.

Malam 9  Pahala menyembah Allah baginya seperti Rasulullah SAW dan nabi-nabi menyembah Allah.

Malam 10  Dikurniakan Allah kebaikan di dunia dan Akhirat

Malam 11  Keluar dari dunia sepertimana oia dilahirkan  - bersih dari segala dosa.

Malam 12  Di Hari Qiamat wajahnya bercahaya dan bersinar umpama bulan purnama.

Malam 13  Di Hari Qiamat keadaannya aman dari segala kejahatan dan keburukan.

Malam 14  Malaikat akan menjadi saksi (atas sembahyang Tarawihnya itu) di Hari Qiamat - ia dibebaskan Allah dari segala kemudaratan. 

Malam 15  Semua malaikat yang memikul Arasy dan Kursi berselawat dan meminta ampun untuknya.

Malam 16  Dituliskan baginya lepas dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Syurga.

Malam 17  Diberikan pahala sebanyak pahala para Nabi.

Malam 18  Malaikat berseru: "Wahai hamba Allah! Bahawasanya telah redha Allah kepadamu dan kedua ibu bapamu."

Malam 19  Diangkat darjatnya kedalam Syurga Firdaus.

Malam 20  Diberikan pahala para syuhada dan solehin.

Malam 21  Dibina untuknya istana dari nur di dalam Syurga.

Malam 22  Di Hari Qiamat, ia akan diamankan dari segala dukacita dan kerisauan.

Malam 23  Dibangunkan untuknya sebuah bandar di dalam Syurga.

Malam 24  Dibuka peluang baginya berdoa sebanyak 24 kali yang akan dimakbul oleh Allah.

Malam 25  Diselamatkan dari siksa kubur.

Malam 26  Dianugerah pahala ibadah baginya selama 40 tahun.

Malam 27  Dapat melintas titian Sirat di Akhirat kelak, kelajuannya seperti kilat.

Malam 28  Diaugerah baginya 1,000 darjat di Akhirat.

Malam 29  Dikurniakan pahala 1,000 ibadah haji yang mabrur.

Malam 30  Diseru oleh Allah dengan seruan, "Wahai hamba-Ku! Makanlah buah-buahan Syurga dan mandilah dengan air Salsabil (sebatang sungai yang mengalir dalam Syurga) serta minumlah dari Telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu dan engkau adalah hamba-Ku."

Posted at 01:08 pm by hardanni
Make a comment  

Tuesday, August 31, 2004
Menjadi Suami yang Mempesona, Mengapa Tidak?

 Menjadi istri yang mempesona suami? Itu hal biasa yang telah
banyak dibahas dalam berbagai literatur, kajian, diskusi dan
kesempatan. Tetapi tahukah Anda wahai para suami, para istri juga
menginginkan laki-laki yang mempesona sebagai suaminya. Meski
gambaran suami yang mempesona boleh jadi relatif, berbeda antara
satu perempuan dengan perempuan lainnya, tetapi dapat dikatakan
secara umum kaum perempuan membutuhkan pesona yang dapat lebih
membuat mereka senantiasa mencintai suaminya.
 
  Boleh jadi selama ini Anda para suami menyangka bahwa istri Anda
mencintai Anda karena ia telah mendampingi, melayani, melahirkan dan
mengasuh anak-anak Anda. Mungkin hal itu benar, tetapi untuk membuat
perasaan istri Anda tidak berubah ia tetap selalu mencintai Anda
dari waktu ke waktu dibutuhkan lebih banyak proses, perbuatan,
tingkah laku yang semuanya bermuara pada satu titik bahwa Anda tetap
mempesonanya, sehingga ia menganggap Anda layak untuk mendapatkan
cintanya untuk selamanya.
 
  Ada satu pelajaran yang menarik terutama untuk para suami dari
kisah seorang perempuan yang mendatangi Rasulullah SAW untuk
menceritakan, bahwa sekian lama berumah tangga ternyata perasaannya
mengalami perubahan, ia tidak lagi bisa mencintai suaminya dan
karena itu ia khawatir berbuat kekufuran.
 
  Adalah istri Tsabit bin Qais bin Syamas (sahabat Rasulullah SAW)
yang bernama Jamilah, ia mendatangi Rasulullah SAW untuk
menceritakan perasaannya terhadap suaminya, "Wahai Rasulullah,
sesungguhnya aku tidak mencela agama dan akhlak Tsabit, tetapi aku
khawatir jika hidup bersamanya aku berbuat kekufuran." Maka
Rasulullah SAW bersabda, "Apakah engkau hendak mengembalikan
kebunnya?" (waktu itu mahar Tsabit adalah kebunnya). Jamilah
menjawab, "Benar ya Rasulullah." Lalu Rasulullah mengutus seseorang
kepada Tsabit untuk menyampaikan pesannya, "Terimalah kebun itu dan
ceraikanlah dia." (HR Bukhari dari Ibnu Abbas ra)
 
  Kisah lainnya yang juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibnu
Abbas ra berikut ini menunjukkan bahwa seorang istri diperbolehkan
melepaskan diri dari suami yang tidak dapat dicintainya. Barirah
adalah seorang budak wanita dari Habasyah yang berada dibawah
kekuasaan Utbah bin Lahab. Majikannya ini memaksa Barirah untuk
menikah dengan seorang yang tidak disukainya yaitu budak laki-laki
bernama Mughits. Merekapun menikah, Barirah tidak mencintai suaminya
tapi sebaliknya Mughits sangat mencintai istrinya. Ummul Mukminin
Aisyah ra merasa kasihan kepada Barirah, beliau lalu membeli dan
memerdekakannya. Setelah itu Barirah merasa benar-benar memiliki
kebebasannya dan merasa dapat menentukan hidupnya, maka ia meminta
cerai dari suaminya. Ibnu Abbas ra berkata, "Suami Barirah adalah
seorang budak bernama Mughits, seakan-akan aku melihatnya berjalan
dibelakangnya sambil menangis, air matanya menetes sampai ke
jenggotnya. Nabi SAW berkata kepadaku, "Wahai Ibnu Abbas, tidakkah
engkau takjub pada cinta Mughits pada Barirah dan kebencian Barirah
pada Mughits?' Selanjutnya Nabi berkata kepada Barirah, "Seandainya
engkau mau kembali, sesungguhnya dia adalah suamimu dan ayah
anakmu." Maka Barirah bertanya, "Apakah engkau memerintahkan aku ya
Rasulullah?" Beliau menjawab, "Aku hanya menawarkan kepadamu."
Barirah berucap, "Aku tidak membutuhkannya".
 
  Nah, para suami, beberapa saran berikut ini dapat membantu Anda
untuk menjadi pribadi yang mempesona dimata istri Anda:
 
  Memperhatikan penampilan luar.
  Tidak disangsikan lagi bahwa penampilan luar dapat membangkitkan
pesona pada jiwa perempuan. Suami yang dapat menjaga kebersihan
dirinya, rapi dan perlente umumnya lebih mempesona ketimbang suami
yang jorok, lusuh dan kumal. Bukankah Rasulullah SAW bersabda bahwa
kebersihan itu cabang iman? Umar bin Khattab ra pun pernah
berkata, "Perempuan menyukai kalau suaminya berhias untuk dirinya,
sebagaimana laki-laki suka istrinya berhias untuk dirinya."
 
  Tidak Kaku dan Monoton
  Suami seperti ini selalu mau belajar memahami perasaan istrinya,
punya banyak cara dan gaya dalam mengungkapkan perasaan cinta dan
kasih sayang kepada istrinya, juga tidak enggan untuk menyatakan
cintanya dengan kata-kata.
 
  Terbuka
  Suami seperti ini tidak enggan mengungkapkan harapan, keinginan
dan perasaannya agar istri mengerti dan dapat melakukan hal yang
sesuai dengan yang dikehendakinya. Ia bukan suami yang diam dan
membiarkan istrinya dalam kesulitan menebak-nebak apa yang
diinginkannya.
 
  Matang
  Kebanyakan perempuan ketika menikah menginginkan suaminya adalah
orang yang siap melindungi, membimbing dan dapat menjadi tempat
bersandar. Laki-laki yang matang seperti ini lebih mempesona
perempuan dibanding yang kekanak-kanakan dan emosional.
 
  Peduli dengan Keluarga
  Adalah benar suami memiliki tanggung jawab dalam masalah nafkah,
tetapi kesibukannya dalam pekerjaan atau hal lainnya tidak
membuatnya menjadi orang yang acuh terhadap istri dan anak-anaknya.
Ia mau menemani anak belajar dan tidak keberatan mengantar istrinya
pergi menghadiri acara-acaranya.
 
  Dapat Berbagi Rasa
  Suami mempesona mau belajar bagaimana dapat ikut merasakan apa
yang sedang dirasakan istrinya. Ia mau mendengar dengan penuh
perhatian ketika istri sedang mengungkapkan permasalahannya, ikut
merasakan kegelisahannya dan dapat membantu menentramkannya atau
mengatasi permasalahannya. Ia adalah tempat curhat istrinya yang
setia dan dapat dipercaya.
 
  Mencintai Orang Tua, Saudara dan Kerabat Istri
  Anda akan semakin mempesona istri Anda manakala Anda mencintai
orang tuanya, menyayangi saudara-saudaranya dan bersikap baik kepada
kerabatnya. Dan jika Anda senantiasa bersikap demikian maka
percayalah iapun akan berusaha keras untuk mencintai orang tua Anda
dan bersikap baik pada saudara dan kerabat Anda.
 
  Jangan ragu dan gengsi untuk melakukan saran-saran diatas,
mulailah sekarang juga maka Anda akan takjub mendapati limpahan
cinta istri Anda yang seolah tanpa batas, karena begitulah sifat dan
karakter perempuan, ia akan memberi lebih dari apa yang Anda berikan
kepadanya!***
 
  Tulisan ini Pernah Dimuat dalam Majalah Safina No. 6 Tahun I,
Agustus 2003

Posted at 04:08 pm by hardanni
Make a comment  

My Blog

Hidup yang cuma sekali ini, mari kita pergunakan untuk tiap nafas dan detik yang kita lalui sebagai ibadah, lewat salah satu media ini, aku mencoba untuk memberikan apa yang aku bisa berikan & agar menjadi renungan bagi siapapun yang membacanya..........Teman- temanku yang baek inilah aku dengan segala kelebihan dan kekuranganku, didunia yang singkat ini menjadi awal pertemuan kita yang selanjutnya dapat kita teruskan pertemanan kita di Akherat kelak....semoga bermanfaat......

Best   Regards,                                

Ardhiya Hardanni.



 

 


Posted at 03:47 pm by hardanni
Make a comment